5 Panduan Mudik Aman dan Nyaman

Tuesday, 20 June 2017

Tradisi mudik ke kampung halaman memang menyenangkan. Tetapi, sebelum melakukan perjalanan jauh, banyak persiapan yang mesti dilakukan. Tujuannya, agar selama perjalanan, kita tidak mengalami kesulitan yang mengganggu aktivitas berkendara. Lantas apa saja yang mesti diperhatikan agar Anda siap menempuh perjalanan jauh? Berikut kami jabarkan lima panduan untuk mudik atau perjalanan jauh. 


1.    Persiapan Kendaraan
Servis kendaraan minimal seminggu sebelum melakukan perjalanan. Servis yang dilakukan sama seperti ketika melakukan servis besar. Cek seluruh bagian kendaraan. Pastikan semua berfungsi normal, jika ada yang perlu diganti, segera ganti dengan spare parts yang sesuai dengan standarnya. Ganti pelumas dan juga filter-filter. Usahakan kondisi kendaraan seperti standar pabrikan. Gunakan semua spare parts yang dianjurkan oleh pabrikan. Jangan gunakan ban berprofil tipis. Selain kurang nyaman, konstruksinya tidak sekuat ban berprofil lebih tebal, terutama untuk MPV.

2.    Persiapan Fisik Pengemudi dan Penumpang
Istirahat secukupnya sebelum melakukan perjalanan. Hindari mengemudi dalam kondisi tidak fit atau sakit. Rencanakan waktu keberangkatan, rute perjalanan serta tempat istirahat. Sebaiknya berangkat setelah sahur dan beristirahat sekitar 15 menit setelah menempuh perjalanan selama 3 jam. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat, buah-buahan dan yang mengandung lemak ringan. Ini akan membantu menjaga kondisi tubuh.

3.    Pilih Jalur Alternatif  
Pilihlah jalur-jalur alternatif yang tak terlalu padat walaupun jaraknya lebih panjang. Namun waktu tempuhnya (mungkin) bisa lebih singkat. Berkendaralah dengan santai, tidak terburu-buru, namun tetap waspada terhadap lalu-lintas. Jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat. Jika mengalami kelelahan atau mengantuk, jangan paksaakan untuk mengemudi.

4.    Jaga Jarak Aman
Jangan lupa untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Baik berkendara di dalam kota mau pun melintasi jalan bebas hambatan. Pun begitu jika bertemu jalan menanjak yang kerap ditemui ketika melewati jalur mudik,  jaga jarak antara kendaraan kita dengan kendaraan di depan dan belakang. Untuk kendaraan di depan, kita harus bisa melihat roda belakang kendaraan di depan saat mobil berjalan perlahan atau saat macet. Hal ini berfungsi ketika mobil di depan kita mogok, maka ada celah yang cukup untuk berpindah jalur. Selain itu jika mobil di depan tiba-tiba mengerem mendadak, maka masih tersedia ruang yang cukup untuk melakukan pengereman, sehingga terhindar dari tabrakan beruntun.  Sedangkan untuk memberi sinyal pada mobil di belakang, jika mobil kita sudah berhenti, injaklah pedal rem terus menerus selama mobil berhenti, sehingga mobil di belakang akan tahu jika mobil kita berhenti. Lakukan pula hal ini jika kita melakukan pengereman mendadak, sehingga komunikasi antar pengemudi bisa berjalan.

5.    Istirahat
Usahakan setiap 2-3 jam sekali pengemudi harus istirahat dan meregangkan otot-otot yang kaku selama mengemudi. Kalau sudah mengemudi selama 2 jam lebih baik istirahat 15 menit. Kemudian baru mengemudi lagi. Langkah ini bertujuan memberikan waktu istirahat untuk otak. Setelah istirahat, mengemudi 2 jam lagi dan harus istirahat lagi, tapi lebih lama yaitu 30 menit. Semakin lama mengemudi, maka waktu istirahat juga harus diperbanyak. Kalau sebelum berangkat, sebaiknya tidur sekitar 6 jam agar kondisi badan fit selama perjalanan.