Jangan Sembarangan, Begini Cara Merawat Mesin Diesel Turbo yang Baik

Monday, 24 September 2018

Teknologi turbo kini mulai digemari beberapa pabrikan mobil di Indonesia. Tidak hanya di mesin bensin, banyak juga jenama roda empat yang sudah memasang pendongkrak performa ini di mesin turbo. Dengan begitu, selain mampu menigkatkan tenaga juga membuat mesin lebih awet bahan bakar.

Namun, banyak pemilik mobil bermesin turbo ini belum mengetahui secara detail cara merawat jantung penggeraknya tersebut dengan benar. Pasalnya, jika mesin diesel turbo ini sudah rusak, pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar.

Berikut, beberapa tips untuk merawat mesin turbo diesel agar lebih awet:

Sejatinya, merawat mesin turbo tidak jauh berbeda dengan mesin non turbo. Hanya saja, memang perlu penanganan yang lebih spesifiik agar turbo bekerja secara optimal.

Paling penting, pemilik mobil harus sering mengganti oli. Terlebih, gunakan pelumas khusus karena mesin turbo akan bekerja lebih berat. Pastikan, pelumas yang digunakan bisa melumasi dengan baik seluruh komponen bergerak di mesin, apalagi turbin dari turbo ini mampu berputar di atas 240 ribu rpm.

Untuk jangka waktu pergantian mesin, lebih cepat dari yang disarankan akan lebih baik. Misalnya, untuk mobil diesel lama pergantian oli per 5000 km, tapi saat sudah 4,000 km lebih baik sudah harus mengganti oli tersebut.

Selanjutnya, gunakan bahan bakar berkualitas. Memang akan menjadi lebih baik, namun hasilnya juga akan lebih baik, karena proses pembakaran di ruang mesin bakal lebih sempurna dan tidak meninggalkan sisa gas buang yang masih mengandung partikel solar, dan bisa menempel pada turbin turbo dan ikut terbakar sehingga menyebabkan turbin terbakar dan terkikis.

Terakhir, sebagai pemilik mobil diesel berturbo, sudah seharusnya mengetahui cara menyalakan dan mematikan mesin.

Saat menyalakan mesin, jangan langsung digeber, dan ketika mematikan mesin, harus dalam keadaan idle. Alasannya, ketika turbin masih berputar sekitar 15 ribu rpm, dan kontak sudah dimatikan, maka oli sudah berhenti melumasi, padahal masih ada salah satu komponen mesin turbo yang masih bekerja.

Jika hal tersebut terjadi, maka turbo akan cepat rusak dan bakal membutuhkan biaya yang besar untuk memperbaiki atau mengganti turbo di mesin Anda.