Perkembangan Teknologi Turbo di Indonesia

Friday, 08 April 2016

Hyundai Lovers, pasti sudah banyak yang tau tentang teknologi Turbo. Prinsip dasar turbo adalah memasukan udara tambahan ke ruang pembakaran, yang mana ruang tersebut akan dimasukkan udara tambahan menggunakan bilah turbin yang digerakan oleh gas buang kendaraan.
Dengan cara kerja tersebut, efisiensi pembakaran akan berdampak pada tenaga mesin, irit bahan bakar, dan pastinya rendah emisi. Naaah biar lebih jelasnya lagi, yuk kita bahas seperti apa perkembangan teknologi turbo tersebut di Indonesia.

Turbo Variabel

Ini adalah cara paling mudah yang sering digunakan oleh produsen. Teknologi ini sebenarnya bukanlah teknologi baru, turbo variabel sudah mulai diperkenalkan sejak 20 tahun lalu. Yang menjadi pembeda utama adalah, terdapat sirip tambahan (nozzle vane) yang bisa mengatur tekanan udara di rumah keong (turbine housing).
Dengan tambahan sirip ini, tekanan udara di dalam rumah keong bisa diatur sehingga selalu terdapat tekanan optimal untuk menggerakan bilah kipas turbin. 

Mesin Tiga Silinder.

Perbedaan mesin 3 silinder dengan 4 silinder adalah tidak adanya interfensi gas buang yang dihasilkan. Kalau di mesin 4 silinder, gas buang bisa menginterfensi satu sama lain. Gas buang silinder ke-4 akan terganggu oleh back pressure silinder ke-2 yang sedang melakukan langkah hisap. Karena interferensi tersebut, putaran kipas turbin tidak akan maksimal karena turbulensi gas buang di rumah keong.

Sebenarnya ada teknologi yang mampu meminimalkan interferensi gas buang pada mesin 4-silinder, yaitu teknologi twin-scroll turbo­charger yang cukup populer pada mobil Eropa. Prinsip dasar twin-scroll turbocharger adalah memisahkan lubang header exhaust yang berpotensi menginterverensi satu sama lain. Pada twin-scroll tur­bocharger, pipa exhaust silinder ke-2 dan ke-3 digabung menjadi satu, sedangkan pipa silinder ke-1 dan ke-4 digabung dan terpisah dari gabungan kedua silin­der pertama. Kedua port ini bermuara pada satu buah turbo sehingga putaran kipas turbin bisa tetap maksimal tanpa interferensi.

Twin Charger

Turbocharger dan supercharger adalah mekanisme yang memasukkan udara tambahan ke ruang bakar. Perbedaannya adalah, turbin supercharger digerakkan oleh putaran mesin, sedangkan turbin turbocharger digerakkan oleh gas buang.
Karena memiliki respon baik pada putaran mesin rendah, supercharger dipa­sang bersamaan dengan turbocharger, atau istilah lainnya twincharger. Yang memisahkan kerja kedua­nya adalah katup bypass untuk mengalirkan udara dari filter ke kedua perangkat induksi tersebut.