Safety Driving: Mengatasi Panik Saat Mengemudi

Friday, 03 November 2017

Mengemudikan mobil bukan perkara mudah. Dibutuhkan keterampilan dan ketenangan saat berada di balik kemudi. Tapi, ada kalanya pengemudi mengalami situasi panik dalam kondisi tertentu. Bahkan, dalam sebuah survei menyatakan, wanita memiliki persentase lebih besar dibandingkan pria terkait panik ketika berkendara.

Secara umum, panik atau cemas dapat diartikan sebagai situasi ketakutan yang berasa dari antisipasi atas rasa takut atau ancaman, kejadian, atau situasi yang berasal dari imajinasi seseorang. Panik atau cemas merupakan salah satu emosi manusia yang paling umum ditemui oleh manusia tanpa mengenal jenis kelamin.

Jika Anda adalah tipikal pengemudi yang mudah terserang rasa panik, ada baiknya untuk melakukan konsultasi kepada ahlinya untuk dilakukan terapi. Namun intinya, coba tanyakan kepada diri Anda, seberapa bagus Anda mengontrol rasa panik, khususnya saat sedang mengemudi.

Berikut kami berikan solusi untuk mengatasi rasa panik saat berkendara yang diambil dari beberapa sumber terpercaya:

 

1. Kenali Penyebab Rasa Panik

Rasa panik timbul akibat berbagai macam hal. Bisa dari kejadian lampau yang pernah dialami seperti tabrakan, korban provokasi atau kejadian lainnya. Panik akan timbul dengan berbagai gejala seperti keluarnya keringat secara berlebihan, nafas tidak teratur, jantung berdegup kencang, dan lainnya.

Jika mengalami hal seperti ini ketika Anda mengemudi, hal pertama yang harus dilakukan adalah menepikan mobil di tempat aman. Kemudian atur nafas dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan, seperti bernapas dalam yoga. Kemudian, kendalikan emosi dan coba untuk berpikir positif. Jika langkah ini sudah dilakukan dan Anda merasa sudah tidak dalam keadaan panik, kembali lanjutkan perjalanan dengan perlahan dan santai.

 

2. Pelajari Defensive Driving

Mengatasi rasa panik bisa dengan mengikuti pelatihan tentang defensive driving. Saat ini banyak lembaga spesialis untuk membantu pengemudi yang kerap panik atau gugup saat mengemudi. Para ahli ini dapat memberikan pelatihan praktis secara langsung untuk mencegah timbulnya rasa panik atau cemas, berikut dengan solusinya.

 

3. Atur Rute Perjalanan

Seandainya Anda fobia terhadap kemacetan atau melalui jalan kecil, sebaiknya atur perjalanan sebaik mungkin sebelum mengemudi. Berbagai aplikasi seperti Waze, Google Map, dan lainnya dapat memberikan alternatif jalur sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

 

4. Jangan Tegang

Kondisikan tubuh dalam keadaan santai saat berada di balik kemudi, sebelum memulai perjalanan. Kondisi tubuh yang tegang akan membatasi informasi yang diserap tubuh dan ditindaklanjuti oleh otak. Tak ada salahnya mempelajari cara membuat tubuh santai. Tubuh yang rilek membuat perjalanan menjadi lebih aman, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi ke lingkungan sekitar.