Tinggalkan Anak Dalam Mobil, Bisa Fatal

Thursday, 20 October 2016


Seringkali orang tua lalai dan meninggalkan anak di dalam mobil sendirian. Alasannya, hanya sebentar untuk menyelesaikan kepentingannya. Padahal, kecelakaan itu datang bisa kapan saja dalam waktu beberapa detik saja. 

Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di dalam mobil apalagi anak dalam kondisi tidur. Perhitungkan bahaya yang mengancam beberapa menit setelah Anda tinggalkan. Meskipun Anda beralasan, meninggalkan mobil dengan kondisi mesin dan AC dihidupkan, perhitungkan, keusilan anak. Seingkali keingintahuan anak timbul begitu saja tanpa Anda sadari. Seperti memainkan hand brake atau menginjak pedal. Yang bisa mengakibatkan mobil meluncur sendirian. 

Nah, apabila menyadari anak sedang berkembang rasa ingin tahunya, jangan tinggalkan anak sendirian. Kalau terpaksa mengajaknya pergi, ajak asisten atau saudara untuk mendampingi anak selama Anda berkendara. 

Apalagi jika Anda meninggalkan anak sendiri dalam kondisi teridur di mobil. Bahaya mengancam anak. Meninggalkan anak atau bayi di dalam mobil dengan kondisi mesin kendaraan mati dan pintu tertutup, mengancam jiwa Anak. 

Suhu panas di dalam mobil akan meningkat dua kali lipat dan faktor kekurangan oksigen. Karena pasokan udara dan suhu yang meningkat tidak diikuti dengan aliran udara yang cukup. Bahkan udara dari luar bisa masuk ke dalam kabin yang mengakibatkan gas karbonmonoksida (CO) terhirup oleh anak.

Kabin yang panas dengan mesin dan AC mati, dalam jangka 15-30 menit saja dapat memberikan dampak pada otak dan ginjal anak-anak. Ketika suhu badan anak 40 derajat celsius, organ dalam tubuh akan berhenti bekerja dan jika sudah mencapai suhu 41,6 derajat celsius,  dapat berakibat fatal, anak meninggal dunia.

Tidak ada jaminan bahwa suhu udara dapat dihindari dengan membuka kaca jendela atau membiarkan AC menyala dalam mobil. “Anak-anak seharusnya tidak ditinggalkan sendiri dalam kendaraan meski hanya satu menit. Suhu udara tinggi menyebabkan keringat, dehidrasi, kejang, kerusakan organ dalam dan otak serta menyebabkan kematian,” ujar  dr. Rita Khairani, M.Kes, Sp.P., dari RS Royal Taruma Jakarta Barat. 

Dokter cantik ini menyarankan, ketika berada di dalam mobil dengan AC yang menyala, pengendara harus dalam keadaan sadar alias tidak tidur, dan sebaiknya jendela mobil tidak tertutup rapat. Dan usahakan parkirkan mobil di area yang teduh, bukan yang mendapat sinar matahari secara langsung agar udara tak melesat terlalu panas dan oksigen dari luar tetap masuk.