Tips Menjaga Emosi Saat Berkendara di Jalan Raya

Wednesday, 06 June 2018

Di Indonesia terutama di kota-kota besar, berkendara dengan mobil pribadi seperti menjadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh masyarakatnya. Dengan begitu mayoritas masyarakatnya menghabiskan waktunya di jalan raya. Baik dengan menggunakan kendaraan umum maupun pribadi.

Nah, di jalan raya ini segala kemungkinan bisa terjadi, karena kita sebagai pengguna jalan juga berbagi dengan orang lain. Agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun, peganglah prinsip bahwa Anda tidak pernah tahu perangai ataupun kondisi pengemudi lain di sekitar Anda.

Tidak perlu cepat emosi ketika berkendara, karena dalam keadaan marah maka akal sehat Anda jadi tertutupi nafsu amarah yang meledak-ledak. Akibatnya timbul hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi atau bahkan merugikan kita sendiri. Penyesalan muncul setelah kerugian terjadi baik disisi orang yang marah sendiri maupun pengguna jalan lain.

Salah satu upaya mencegah timbulnya amarah berlebihan ini adalah dengan menerapkan perilaku berkendara defensive. Bahasa kerennya adalah Defensive driving, ini merupakan teknik mengemudi yang mengutamakan pencegahan terhadap terjadinya berbagai kemungkinan buruk. Hal ini artinya juga kesediaan berbagi di jalan raya.

Mulai dari pejalan kaki sampai pengemudi truk dan bus harus dihormati. Defensive driving juga mengajarkan pengemudi untuk mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain.

Utamanya adalah hindarilah berkendara secara agresif, karena cepat tidak berarti harus agresif! cara mengemudi yang agresif dapat mencelakakan bukan hanya diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain. Kemacetan juga sering memicu kelelahan dan jadi tak sabar. Meski begitu Anda bisa menjadi pengendara yang lebih sabar dengan tidak berpindah-pindah lajur atau menyerobot jalur kendaraan lain.

Usahakan berkendara dengan pikiran yang positif agar tidak membuat lelah badan Anda dan jika badan tidak lelah maka emosi bisa diredam. Perilaku mengemudi tanpa emosi berlebihan ini seharusnya mulai diterapkan sehari-hari oleh semua pengguna jalan.