Transmisi Otomatis Dari Masa Ke Masa

Thursday, 07 December 2017

Jika dahulu kala, transmisi otomatis dianggap tidak diperlukan karena lebih boros bahan bakar, tapi kini semua mobil rata-rata dilengkapi dengan transmisi otomatis. Malah sekarang ini, transmisi manual yang jadi opsi oleh pabrikan mobil ketika ada model baru.

Tapi tahukah Anda jika sebenarnya transmisi otomatis itu sudah ada sejak awal abad ke-20? Transmisi pintar yang dikendalikan ribuan komponen komputer ini memiliki nenek moyang yang sangat sederhana. Pertama kali di Amerika tahun 1904, Sturtevant bersaudara diminta merancang transmisi untuk sebuah mobil sangat sederhana yang dijuluki Horseless Carriage. Dan teknisi ini akhirnya menciptakan sebuah transmisi dua percepatan yang mampu berpindah sendiri.

Pada zaman itu, penemuan transmisi otomatis ini sangat spektakuler namun kurang dihargai. Pasalnya saat itu manusia masih dalam taraf belajar menjalankan mobil yang merupakan ciptaan baru, sehingga fokus pengemudi lebih kepada menjalankan mobil ini.

Namun siapa sangka, berangkat dari penemuan sederhana ini, transmisi otomatis mengalami kemajuan sangat pesat dan menjadi begitu populer di muka bumi. Bahkan saat ini transmisi otomatis sudah mampu mengalahkan kemampuan manusia dalam kecepatan serta akurasi perpindahan gigi.

Baru di 1930-an dikembangkan sistem kopling fluida. Kehadiran fluida di transmisi membuat selip antar-pelat kopling sehingga mobil bisa bergerak lebih halus dari berhenti. Ini pertama kalinya transmisi otomatis menggunakan fluida serta gigi-gigi yang digerakkan secara hidraulik.

Dengan mengusung empat tingkat percepatan maju, masa depan transmisi matik pun semakin cerah, terutama di Amerika. Karena dianggap sudah cukup memadai, pengembangan transmisi otomatis selanjutnya berjalan agak lambat.

Baru di akhir 1980-an ketika beberapa mobil mulai mengadopsi komputer untuk mengendalikan mesin (ECU), perkembangan transmisi otomatis pun memulai babak baru. Pabrikan mobil memikirkan cara bagaimana membuat transmisi otomatis semakin cerdas dengan bantuan komputer.

Maka lahirlah transmisi CVT (continuous variable transmision) yang diatur secara elektronik. Walau tak sekuat transmisi matik konvensional, CVT sangat halus dan beberapa mobil tetap menggunakannya hingga sekarang.

Kemudian ada juga transmisi kopling ganda, di mana pada dasarnya transmisi otomatis kopling ganda menggunakan 2 buah kopling kering. Kedua kopling itu terhubung dengan gigi yang berbeda. Satu terhubung dengan gigi yang sedang dipilih, satu lagi terhubung dengan gigi berikutnya. Jadi ketika perpindahan gigi terjadi, prosesnya berlangsung sangat instan, bahkan lebih cepat dari kedipan mata.

Pada tahun 1990 hadir transmisi semi-otomatis pertama untuk mobil produksi massal. Dan namanya pun berevolusi menjadi Shiftronic, Steptronic atau Tiptronic. Kalau di mobil-mobil Hyundai disebutnya Shiftronic. Dengan sistem ini, Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai kebutuhan. Atau mengemudi sambil memanfaatkan puncak tenaga atau torsi dari mesin. 

Umumnya sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi atau menekan tombol. Sementara perpindahan gigi dapat dilakukan dengan menggerakkan tuas persneling ke depan-belakang atau kiri-kanan, menggunakan tombol di setir atau paddleshift. Dan makin ke sini, sekarang ini transmisi otomatis sudah ada yang 9-speed. Siapa tahu nanti bisa sampai 12-speed kan?