Tromol, ABS, EBD, Apa Bedanya?

Wednesday, 05 October 2016

 
Dalam perkembangan teknologi otomotif, hampir semua aspek mengalami perubahan ke arah yang lebih modern, tak terkecuali sistem pengereman. Dahulu kita hanya tahu teknologi rem kendaraan itu hanya tromol dan cakram saja, ternyata kini sistem pengereman pun dibuat lebih modern dengan fitur keselamatan yang lebih mumpuni. 

Pada model rem tromol, sistem kerja dan teknologi yang dibenamkan masih terbilang minim. Mengenai cara kerjanya, rem ini bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem dengan tromolnya. Jika pedal rem diinjak, maka kampas rem akan menahan laju dari tromol itu sendiri hingga kendaraan melambat.
 
Seiring perkembangan zaman, rem pun mengalami inovasi baru dengan mengandalkan piringan besi alias cakram. Sistem kerja rem ini tidak jauh berbeda dengan tromol, hanya saja pada rem cakram ini kampas rem akan menjepit cakram ketika pedal rem diinjak, sehingga tingkat kepakeman jauh lebih baik dari rem tromol.
 
Tidak berhenti sampai di situ, fitur yang lebih modern pada sistem pengereman pun ditambah dengan adanya Anti-lock Braking System alias ABS. Sistem ABS berfungsi mencegah roda terkunci saat terjadi pengereman mendadak (panic brake) sehingga mobil masih bisa diarahkan. 

Sistem ini juga dapat memberi kontrol pengendalian pada kondisi jalan basah. Saat sensor ABS mendeteksi adanya penguncian roda, sistem akan memerintahkan piston rem melepas sejenak jepitan kampas rem dan menjepit lagi setelah roda sudah berputar sehingga sedikit berakibat pada pedal rem yang terasa sedikit bergetar.
 
Selain ABS, teknologi baru yang ada pada sistem pengereman kendaraan adalah EBD atau Electronic Brake Distribution. Fitur ini berfungsi sebagai pengatur tekanan minyak rem yang berbeda-beda kesetiap roda. Hal ini tergantung dari kondisi jalan, kecepatan, beban kendaraan dan beberapa faktor lainnya. 

Saat fitur ini dikombinasikan dengan ABS, maka EBD dapat mendistribusikan tekanan rem yang tepat pada tiap roda untuk mengembalikan daya cengkeram pada roda yang slip sehingga kendaraan masih bisa dikontrol lajunya.