Antisipasi Kehabisan BBM Saat Mudik Lebaran

Monday, 01 July 2019

Jalur mudik kerap kali dipenuhi oleh para pemudik baik itu pengendara roda dua ataupun roda empat. Tidak hanya itu, kita juga sering temui para pemudik yang menggunakan kendaraan umum seperti bis dan travel antar kota antar provinsi (AKAP). Kemacetan panjang akibat penuhnya pemudik membuat para pengendara harus berhati-hati dan memperhatikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Ditambah, jika berkaca dari tahun ke tahun, banyak yang kesulitan mengisi bahan bakar untuk kendaraannya karena antrean di SPBU sangat panjang. Jangan sampai bensin habis di tengah jalan, dan tidak tahu lokasi pengisian. Tentu ini sangat merepotkan, apalagi kalau sedang ada di dalam tol.

Nah, jika Anda sedang berada pada jalur mudik dan tidak mengetahui lokasi pengisian bahan bakar di wilayah tersebut, maka ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Cari tahu lokasi pengisian BBM
Sebaiknya sebelum melakukan perjalanan jauh seperti mudik, Anda terlebih dulu mencari tahu lokasi-lokasi penjualan BBM yang ada di sepanjang ruas tol, Baik yang ada di rest area ataupun truk tangki Pertamina atau kios BBM dalam jerigen di jalur fungsional.
Dengan mengetahui titik-titik ini, kita dapat berjaga-jaga dan dapat melakukan kalkulasi kapan akan mengisi ulang bensin kembali.

2. Indikator bensin
Perhatikan jarum atau kotak yang tersisa pada indikator bensin di layar instrument cluster mobil Anda. Dengan sisa bahan bakar tersebut bisa diperkirakan mobil Anda akan bisa berjalan sejauh mana.

3. Info jarak tempuh
Pada mobil-mobil baru Hyundai saat ini sudah dilengkapi dengan info jarak tempuh yang diberi logo ‘mobil’ dan ‘tangki bensin’. Tentunya ini mempermudah Anda memperkirakan jarak tempuh mobil.

4. Info rata-rata penggunaan bahan bakar
Beberapa mobil Hyundai juga sudah dilengkapi dengan informasi ini, biasanya ditandai dengan tulisan AVG dan kolom Km/l (kilometer / liter). Anda bisa memperkirakan dan menghitung jarak dan jumlah bahan bakar yang digunakan dalam hitungan per liter atau per 100 kilometer.