Cara Hyundai Lebih Memahami Kebutuhan Mobilitas Setiap Manusia

Wednesday, 18 December 2019

Menyikapi kebutuhan mobilitas manusia yang semakin beragam dan spesifik, pada tanggal 15 Oktober 2019, Hyundai Motor Group mengumumkan nilai investasi pengembangan teknologi mobilitas US$35 miliar atau sekitar Rp 490 triliun.

Dana sebesar itu sedianya digunakan untuk pengembangan teknologi otomotif dan mobilitas hingga tahun 2025, di antaranya untuk pengembangan kendaraan swakemudi (autonomous), kendaraan yang terintegrasi atau terhubung dengan jaringan (connected cars), kendaraan listrik, hingga teknologi kendaraan operasional bersama (ride-sharing).

Dalam realisasi penggunaan dana investasi, Hyundai juga menjalin kerjasama dengan beberapa pihak yang berkompeten di bidangnya, seperti halnya investasi senilai US$1,6 milar yang bekerjasama dengan perusahaan teknologi Aptiv di Amerika Serikat, sebagai biaya pengembangan kendaraan swakemudi.

Diharapkan pada tahun 2021, Hyundai sudah dapat memperkenalkan kendaraan autonomous SAE Level 3 untuk kebutuhan berkendara di jalan bebas hambatan. Tiga tahun berikutnya di tahun 2024, diharapkan sudah dapat memperkenalkan kendaraan autonomous Level 4 untuk kebutuhan berkendara di perkotaan. Berikutnya pada Level 5 diharapkan, kendaraan swakemudi itu sudah dapat bekerja baik di jalan bebas hambatan maupun perkotaan.

Sementara untuk pengembangan kendaraan listrik, Hyundai telah mempersiapkan peluncuran 23 model kendaraan BEV (battery electric vehicle). Perubahan signifikan dalam strategi bisnis Hyundai ke depan pun telah terjadi pada satu sektor yang menjadi salah satu nilai kekuatan utama, yakni desain. Sebuah filosofi desain baru dengan nama ‘Sensuous Sportiness’ telah diperkenalkan melalui generasi terbaru Hyundai Sonata pada tahun 2019 ini.