Hyundai Virtual Reality Untuk Desain Mobil Baru

Thursday, 27 February 2020

Palagan Consumer Electronic Show (CES) selalu jadi tempat ajang pamer teknologi anyar. Tak kecuali bagi pabrikan otomotif seperti Hyundai. Pada CES akhir tahun lalu, Hyundai Motor dan saudaranya, Kia Motor memamerkan teknologi virtual reality (VR) untuk sistem evaluasi desain. Perangkat canggih tiga dimensi itu menawarkan pengalaman penilaian kualitas dan proses verifikasi cepat dalam merancang sebuah kendaraan.

Sistem baru itu dinilai meningkatkan efisiensi maupun kualitas desain. Memanfaatkan piranti headset khusus VR, sebanyak 20 orang bisa turut bergabung langsung dalam pengembangan desain simultan. Teknologi itu menggunakan 36 titik sensor gerak untuk deteksi dan melacak pergerakan maupun lokasi tiap pengguna. Piranti headset VR memberi keleluasaan bagi teknisi dan desainer untuk bergabung dalam proses pengembangan kendaraan serentak dalam dunia virtual.

Misalnya, teknisi atau desainer bisa memanfaatkan teknologi VR untuk memberi melacak sebuah proyek pengembangan dengan cepat. Baik untuk teknologi safety, pengetesan kendaraan dengan simulasi lingkungan seperti jalanan perkotaan, terowongan, jalan perbukitan, jalan bebas hambatan sampai kondisi jalanan minim cahaya. Semuanya mungkin dilakukan lantaran menggunakan tekologi virtual.

Computer-Aided Design (CAD) tiga dimensi membantu Hyundai Motor untuk mengumpulkan data dari tiap langkah proses pengembangan kendaraan dan memberi penilaian kualitas masing-masing desain dalam lingkungan virtual. Fungsi evaluasi desain untuk fitur eksterior maupun interior juga dimungkinkan. Seperti percobaan untuk lampu, bahan baku, warna dan lain sebagainya.

Teknologi VR anyar ini merupakan hasil dari investasi sebesar $ 12,8 juta yang sudah diumumkan sebelumnya untuk pengembangan Namyang Research & Development (R&D) Center. Dengan itu, diharapkan menjadi antisipasi untuk pengurangan waktu dan biaya pengembangan tahunan sebesar 20 dan 15 persen.

"Proses pengembangan secara virtual sangat penting sebagai tanggapan cepat terhadap kebutuhan konsumen maupun pergeseran paradigma dalam industri otomotif. Dengan proses virtual, kami akan meningkatkan kualitas dan keuntungan, hingga pada akhirnya menambah investasi pada sektor R&D untuk mengamankan kompetisi dalam masa depan kendaraan," tutur Albert Biermann, Head of R&D division Hyundai Motor Group.