10 Cara Mudah Agar Tidak Terpancing Emosi Di Jalan Raya

Saturday, 23 September 2017

Dalam berkendara sehari-hari, faktor emosi menjadi salah satu efek negatif yang dihasilkan dari kondisi lalu lintas yang makin semrawut. Emosi yang timbul bisa memacu efek domino yang membahayakan kita atau pengguna jalan lain. Salah satu bentuk pemicu yang biasa dijumpai sehari-hari, adalah ketidaksadaran seseorang menggunakan lajur orang lain, menerobos lampu lalu lintas, serta berbelok tiba-tiba tanpa memberikan isyarat.

Meski begitu, banyak cara yang bisa dilakukan agar kita mampu meredam emosi saat berkendara di jalan raya. Salah satu cara mengatasi kesemrawutan di jalan raya, adalah seseorang harus menggunakan empati ketika berkendara. Berikut beberapa tips agar Anda bisa meredam emosi saat mengemudi di jalan.

 

  1. Ubahlah pola pikir Anda. Mulai sekarang, selalulah berpikir bahwa jalan raya adalah milik bersama, sehingga kita harus bisa berbagi dengan pengendara atau pengguna jalan lainnya.
  2. Salah satu pemicu tindakan agresif atau emosi di jalan adalah macet. Dan macet adalah hal yang umum di semua kota besar. Jadi, mulai sekarang anggaplah macet sebagai hal biasa yang memang harus dilalui untuk mencapai tempat tujuan.
  3. Mengajak teman. Anggapan “biar saja macet, asal ada teman bicara” adalah benar. Tapi kita juga harus mengontrol diri dan menghindari topik pembicaraan yang sensitif. Carilah topik yang ringan atau saling melempar candaan selama berkendara.
  4. Jangan terprovokasi oleh pengguna jalan lain yang tidak bertanggungjawab. Misalnya jika berpapasan dengan pengemudi emosional yang mengemudinya berbahaya, sebaiknya berikan saja jalan baginya untuk mendahului mobil kita.
  5. Dengarkan musik dengan tempo pelan dan suara yang tidak terlalu keras. Musik dengan tempo pelan bisa membantu kita untuk menjaga emosi agar tetap tenang.
  6. Manajemen waktu perjalanan itu penting. Jadi sebaiknya sebelum berkendara harus menghitung waktu perjalanan dan rute perjalanan, sehingga kita tidak mengemudi secara agresif di jalanan.
  7. Tidak dianjurkan untuk membekali diri dengan peralatan yang sifatnya agresfif seperti tongkat baseball, bahkan sampai senjata api di dalam mobil meski dengan dalih untuk berjaga-jaga.
  8. Gunakan sopir pribadi jika kita memilki kecenderungan tidak sabar dalam menghadapi kemacetan.
  9. Gunakan moda transportasi umum seperti angkutan kota, bus, atau taksi untuk mengurangi kejenuhan saat berkendara dengan mobil pribadi. Atau juga bisa menggunakan jasa angkutan online yang semakin marak keberadaannya.
  10. Berkendara dengan metode defensive driving juga baik untuk menekan emosi di jalan. Berkendara dengan gaya ini juga meminimalisasi timbulnya intrik dengan pengguna jalan lain.