Apa Perbedaan Antara Oli Sintetis dan Non-Sintetis

Thursday, 18 April 2019

Pelumas atau oli untuk kendaraan terdiri dari beberapa jenis. Paling utama, bisa dibedakan antara yang memiliki jenis sintetis dan non-sintetis, dan tentunya secara spesifikasi juga berbeda antara kedua jenis oli tersebut. Bagi Anda yang belum paham, berikut akan dijelaskan apa itu oli sintetik dan non-sintetik.

Mulai dari pelumas synthetic atau oli sintetis adalah pelumas yang terbuat bukan dari mineral minyak bumi namun merupakan pelumas yang terbuat dari senyawa kimia artificial atau buatan. Oli sintetis ini dibuat dari komponen yang berasal dari minyak bumi dan diproses dan dimodifikasi secara kimiawi, bukan langsung dari minyak mentah yang ditambang dari perut bumi.

Kelebihan oli sintetis yang didapat karena proses kimiawi-nya adalah unggul secara struktur kimia dibandingkan dengan oli biasa yaitu oli yang berbahan dasar mineral. Dikarenakan proses produksi oli sintetis yang jauh lebih kompleks dan rumit, ini menyebabkan harga oli sintetis jauh lebih mahal dibandingkan dengan oli dengan berbahan dasar mineral tersebut. Biasanya oli sintetik memiliki nilai SAE atau viskositas yang rendah alias lebih encer. Sehingga oli jenis ini dianggap kurang cocok untuk kendaraan yang masih menggunakan mesin teknologi lama.

Selanjutnya, oli non-sintetik atau banyak disebut dengan oli mineral merupakan oli yang terdiri dari base oil atau minyak bumi mentah, tentunya tetap diolah kembali dengan proses tertentu. Namun untuk jarak pemakaiannya lebih pendek dibandingkan dengan oli sintetik.

Sebagai contoh misalnya untuk oli mineral sendiri mempunyai jarak tempu secara tertulis 3.000 km, namun biasa digunakan oleh konsumen hingga 5.000 km.

Tipe oli ini sendiri masih punya banyak kekurangan jika dibandingkan dengan oli sintetik. Kekurangan oli mineral antara lain cepat panas, mudah teroksidasi, cepat menguap, serta memiliki struktur molekul yang tidak rata sehingga dapat mempengaruhi kinerja mesin. Jika Anda bingung untuk memilih yang mana oli terbaik untuk mobil Anda, sebaiknya ikuti saja rekomendasi dari pabrikan mobilnya.