Mengenal Teknologi Immobilizer, Sistem Canggih Anti Maling

Monday, 29 May 2017

Mobil-mobil sekarang sudah banyak yang dilengkapi teknologi immobilizer, bahkan sebagian menjadi fitur standar mobil. Teknologi immobilizer penting karena berfungsi sebagai sistem keamanan pada mobil. Sebenarnya yang dimaksud fitur immobilizer? 

Teknologi Immobilizer ibaratnya kunci mobil elektronik. Mobil hanya bisa diaktifkan mesinnya apabila kunci elektronik mobil tersebut berada di dalam ruangan atau berada pada slot starter (rumah kunci). Cara kerjanya dengan komunikasi dua arah melalui gelombang radio antara pemancar di mobil dan chip immobilizer di kunci.

Prinsip kerja dari immobilizer sederhana saja. Di dalam tiap anak kunci yang memakai immobilizer, pabrikan mobil membenamkan perangkat elektronik yang memancarkan sinyal kode. Lantas di dalam mobil juga terdapat antenna penerima sinyal yang mencocokkan kode dari kunci dengan yang ada di mobil. 

Bila kodenya cocok maka mobil akan menyala dengan mudah. Tapi bila kodenya berbeda, maka ECU tidak akan mengucurkan bahan bakar ke dalam mesin yang artinya mesin tak bisa dinyalakan sama sekali. Peranti ini juga tak bisa dengan mudah di-bypass karena kode disimpan di dalam IC yang cukup rumit untuk di-hack.

Ada beberapa jenis immobilizer, namun yang jamak ditemui ada dua jenis. Pertama kunci kontak yang dilengkapi dengan immobilizer, pengguna tetap masukkan kunci ke slot kunci untuk starter. Yang kedua tipe smart start atau keyless entry, dimana kunci elektronik kunci dikantongi atau berada di dalam kabin, lantas menekan tombol start engine untuk menyalakan mesin. Makanya, dengan sistem ini bisa mengurangi pencurian. Karena si pencuri tidak bisa menstarter mobil dengan sembarang kunci. 

Lantas, bagaimana kita dapat mengetahui mobil kita memiliki immobilizer atau tidak? Caranya bisa melihat panel meter atau spidometer, biasanya dilengkapi dengan indikator peringatan berbentuk kunci. Nah, jika mobil di-starter dengan kunci yang salah, maka indikator berbentuk kunci tersebut
akan menyala. Artinya, telah terjadi kesalahan kunci, sehingga mesin tidak akan menyala

Untuk menyulitkan aksi para pencuri, kini beberapa pabrikan mobil menggunakan rolling code. Artinya dalam interval waktu tertentu, kode kunci dan immobilizer diacak secara otomatis, sehingga membuat proses duplikasi kunci dan kode menjadi mustahil. Dengan pengacakan ini, maling akan kesulitan melacak kode acak tersebut.